Penjabat Presiden Korsel mengundurkan diri, ikuti pilpres 3 Juni

Seoul – Penjabat Presiden Korea Selatan Han Duck-soo mengundurkan diri pada Kamis, yang dimaksud mengindikasikan bahwa ia akan mencalonkan diri di pemilihan presiden pada 3 Juni.
Keputusannya disampaikan di pidato dalam hadapan rakyat, mengakhiri perkiraan selama berminggu-minggu mengenai apakah ia akan mengikuti pemilihan yang dipicu oleh pemakzulan mantan bosnya — Yoon Suk Yeol.
"Memikirkan beratnya tanggung jawab yang tersebut saya pikul dalam masa sulit ini, pasca berpikir panjang dan juga hati-hati mengenai apakah tindakan seperti itu benar juga bukan dapat dihindari, saya memutuskan bahwa apabila ini adalah satu-satunya cara, saya harus mengambilnya," katanya dari kompleks pemerintahan ke Seoul.
Han, yang dimaksud pernah berubah menjadi perdana menteri pada bawah presiden liberal kemudian konservatif lalu juga menjabat sebagai duta besar Korea Selatan untuk Amerika Serikat, telah dilakukan berubah jadi favorit pada kalangan konservatif untuk menantang Lee Jae-myung, kandidat presiden dari Partai Demokrat liberal.
Lee pada waktu ini mempertahankan keunggulan yang besar menghadapi para pesaingnya dengan dukungan sekitar 40 persen di jajak pendapat publik.
"Saya miliki dua jalan di dalam depan saya," kata Han pada pidatonya, yang disiarkan dengan segera dalam televisi. "Yang pertama adalah menyelesaikan misi penting yang ketika ini saya miliki, sementara yang tersebut kedua adalah melegakan misi penting itu kemudian memikul tanggung jawab yang tambahan besar.
"Saya akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan saya untuk melakukan apa yang tersebut saya bisa, melakukan apa yang digunakan harus saya lakukan, agar kita dapat mengatasi krisis yang mana kita hadapi," katanya, merujuk konfrontasi urusan politik yang tersebut ekstrem lalu ancaman yang tersebut ditimbulkan terhadap dunia usaha juga bidang negara.
Han diperkirakan akan mengumumkan pencalonannya sebagai presiden pada Jumat.
Pencalonan Han dipastikan akan membuat pembicaraan penggabungan dengan Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang konservatif, yang digunakan calon presidennya akan dipilih pada Sabtu.
Sementara itu, dua pesaing terakhir, yaitu mantan pemimpin PPP Han Dong-hoon juga mantan Menteri Tenaga Kerja Kim Moon-soo telah dilakukan menyatakan keterbukaan untuk menggabungkan pencalonan dengan Han.
PPP sudah mempertimbangkan bermacam tenggat waktu di mana penggabungan harus diselesaikan untuk memaksimalkan peluangnya pada pemilihan 3 Juni.
Sebagai permulaan, 7 Mei adalah tenggat waktu dalam mana Komisi Pemilihan Umum Nasional harus memesan materi cetak untuk pemilihan tersebut. 11 Mei adalah batas akhir pendaftaran kandidat ke komisi, sedangkan 25 Mei adalah tanggal dimulainya pencetakan surat suara.
Dengan pengunduran diri Han, Menteri Keuangan kemudian Wakil Awal Menteri Area Sektor Bisnis Choi Sang-mok akan mengambil alih jabatan sebagai penjabat presiden.
Sumber: Yonhap
Artikel ini disadur dari Penjabat Presiden Korsel mengundurkan diri, ikuti pilpres 3 Juni






