Makin Suram, OECD Pangkas Proyeksi Perekonomian Indonesia Jadi 4,9% dalam 2025

JAKARTA – Organisasi Kerja Sama dan juga Pembangunan Sektor Bisnis (OECD) memangkas proyeksi sektor ekonomi Indonesia pada 2025 dari 5,2% menjadi 4,9%. Penurunan ini sejalan dengan pelambatan kegiatan ekonomi yang tersebut juga dialami oleh negara-negara berprogres anggota G20.
Berdasarkan laporan terbaru, melambatnya perekonomian global memberikan dampak pada Indonesia. Meskipun demikian, ekspor Indonesia masih mendapatkan kegunaan dari transformasi rantai pasokan global, yang mana dipicu oleh kebijakan perdagangan yang semakin ketat di tempat sebagian negara.
“Perlambatan ekonomidiperkirakan tidaklah akan terasa signifikan di area India serta Indonesia, oleh sebab itu kedua negara yang disebutkan berhasil menarik lebih banyak banyak industri yang dimaksud pindah dari negara-negara penghasil utama yang tersebut terkena dampak kenaikan tarif yang digunakan tajam,” tulis OECD pada laporannya, yang diterbitkan pada Selasa (18/3).
Meski diperkirakan ada penurunan di tingkat perkembangan kegiatan ekonomi Indonesia pada 2025, OECD mengharapkan adanya sedikit pemulihan pada 2026 dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 5%. Selain Indonesia, ekonomi China juga diprediksi mengalami penurunan, dengan pertumbuhan diperkirakan hanya sekali mencapai 4,8% pada 2025 lalu turun lebih lanjut lanjut menjadi 4,4% pada 2026. Di sisi lain, dunia usaha India diperkirakan akan masih berkembang dengan solid, yakni 6,4% pada 2024-2025, lalu sedikit meningkat menjadi 6,6% pada 2025-2026.
OECD juga mengungkapkan bahwa naiknya harga di area beberapa jumlah negara berkembang, termasuk Indonesia, diprediksi akan mengalami kenaikan pada waktu dekat. “Inflasi inti di tempat beberapa negara tumbuh lainnya, seperti Afrika Selatan, Indonesia, lalu China, diperkirakan akan meningkat,” tulis OECD.
Ketidakpastian kondisi kegiatan ekonomi global, ditambah dengan kebijakan perdagangan yang dimaksud semakin ketat dan juga dampak dari kebijakan moneter pada berbagai negara, menjadi faktor-faktor utama yang mempengaruhi proyeksi terbaru ini.






