Negara Baru BRICS Hal ini Tolak Mata Uang Lokal untuk Transaksi Minyak, Pilih Dolar Negeri Paman Sam

JAKARTA – Tidak semua negara sejalan dengan program BRICS mengganti dolar Negeri Paman Sam dengan mata uang lokal untuk kegiatan minyak. Penyelesaian pembayaran minyak di mata uang lokal mengakibatkan risiko signifikan yang dapat memengaruhi cadangan devisa suatu negara.
Pembayaran minyak secara historis dibayar pada dolar Amerika Serikat oleh sebab itu mata uang ini mengontrol aliran global pada sektor minyak. Bahkan Arab Saudi, yang mana mengumumkan akan menerima mata uang lokal untuk pembayaran minyak, hanya sekali menerima dolar Negeri Paman Sam untuk transaksi.
Hanya beberapa perdagangan yang digunakan sudah diselesaikan di mata uang lokal, sementara sebagian besar didukung oleh greenback. BRICS merasa kesulitan untuk meyakinkan negara-negara lain untuk menggunakan mata uang lokal untuk perdagangan minyak serta tidak dolar AS.
Para pemasar juga distributor minyak di tempat Nigeria, sebagai anggota baru BRICS telah dilakukan menolak mata uang lokal untuk minyak kemudian memilih dolar Negeri Paman Sam sebagai gantinya. Kerangka kerja proses Naira untuk minyak mentah Nigeria yang dimaksud ditetapkan oleh pemerintah tidaklah disukai oleh serikat pekerja.
Sekretaris Eksekutif DAPPMAN Olufemi Adewole, menyampaikan peringatan bahwa kerangka kerja ini dapat mengacaukan sektor minyak dan juga menghambat devisa. Mereka menolak gagasan BRICS untuk menggunakan mata uang lokal untuk minyak dengan alasan bahwa penanaman modal asing secara langsung (FDI) dapat mengalami penurunan tanpa dolar AS.
“Kerangka kerja kegiatan naira untuk minyak mentah menghadirkan risiko yang signifikan yang digunakan dapat mempengaruhi stabilitas devisa Nigeria juga menghalangi pembangunan ekonomi asing langsung,” ujar dia, dikutipkan dari Watcher Guru, Selasa (1/4/2025).
“Pasar minyak global beroperasi di dolar Negeri Paman Sam lantaran stabilitasnya. Melanjutkan kebijakan ini (Naira untuk minyak mentah) dapat mengasingkan mitra dagang dan juga pemodal yang mana bergantung pada prediktabilitas dolar,” tandas dia.
Nigeria, yang mana ingin bergabung dengan BRICS menentang prinsip pemakaian mata uang lokal untuk minyak serta membutuhkan dolar AS. Negara-negara tumbuh sekarang menjauhkan diri dari program dedolarisasi oleh sebab itu tak miliki fondasi yang mana lebih lanjut kuat.






