Siapa Caro Quintero? Bos Kartel Narkoba Meksiko yang tersebut Dikirim ke Penjara Amerika Serikat

WASHINGTON – Caro Quintero merupakan salah pribadi bos kartel narkoba Meksiko . Dia disebut-sebut menjadi sosok di tempat balik pembunuhan agen DEA Amerika Serikat pada 1985.
Baru-baru ini, Quintero dikirim ke Amerika Serikat oleh pihak berwenang Meksiko di area sedang meningkatnya tekanan pada organisasi perdagangan narkoba di dalam era pemerintahan Donald Trump. Menurut laporan APNews, ia dikirim sama-sama sekitar 28 tokoh kartel narkoba lain.
Para tokoh kartel yang dimaksud dikirim ke Amerika Serikat dibawa dari penjara-penjara di dalam seluruh Meksiko untuk menaiki pesawat di dalam bandara utara Mexico City. Nantinya, dia akan dibawa ke delapan kota pada Negeri Paman Sam guna menjalani proses peradilan.
Siapa Caro Quintero?
Rafael Caro Quintero merupakan salah satu sosok paling berpengaruh di sejarah perdagangan narkoba pada Meksiko. Lahir pada 24 Oktober 1952 di area Badiraguato, Sinaloa, beliau meningkat pada keluarga dengan kondisi ekonomi yang tersebut sulit.
Berasal dari latar belakang keluarga kemudian lingkungan yang mana keras, Quintero sudah ada mengenal dunia kriminal sejak muda. Dalam perkembangannya, beliau merancang salah satu kartel narkoba terbesar di area masanya, Guadalajara, dengan banyak rekannya seperti Miguel Ángel Félix Gallardo lalu Ernesto Fonseca Carrillo.
Kartel Guadalajara mengalami perkembangan pesat dalam Meksiko pada akhir 1970-an hingga 1980-an. Mereka kemudian dikenal sebagai jaringan penyelundupan narkoba utama ke Amerika Serikat.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
Keberhasilan Quintero mengendalikan perdagangan narkoba membuatnya dikenal sebagai “Narco of Narcos”. Kesuksesannya juga menarik perhatian pihak berwenang, teristimewa agen DEA (Drug Enforcement Administration) Amerika Serikat.
Salah satu kejahatan menggemparkan Quintero terjadi pada tahun 1985, tepatnya ketika beliau terlibat pada penculikan, penyiksaan, dan juga pembunuhan agen DEA, Enrique “Kiki” Camarena. Kiki awalnya membongkar ladang marijuana besar milik kartel, sehingga menyebabkan kerugian besar bagi usaha ilegal mereka.
Sebagai pembalasan dendam, Kiki diculik dan juga disiksa sebelum akhirnya dibunuh. Kejadian ini memicu kemarahan besar dari pemerintah Negeri Paman Sam yang tersebut dengan segera melancarkan operasi perburuan terhadap Caro Quintero.
Tak lama, Quintero berhasil ditangkap juga dijatuhi hukuman 40 tahun penjara di area Meksiko. Pada 2013, beliau dibebaskan secara kontroversial oleh pengadilan Meksiko dengan alasan adanya kesalahan prosedural.





